Posted by: Lukman | December 21, 2009

Pemecahan Masalah (Problem Solving)

Masalah menurut sebagian ahli pendidikan matematika (fadjar, 2004) adalah pertanyaan yang harus dijawab atau direspons, namun tidak semua pertanyaan otomatis menjadi masalah. Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukan adanya suatu tantangan (chalange) yang tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin (routine procedur) yang sudah diketahui si pelaku.1

Senada dengan pengertian diatas Conney (fajdar, 2004) menyatakan:

for a question to be a problem, it must present challange that cannot be resolved by some routine procedure known to the student”2

Mengandung pengertian bahwa masalah merupakan pertanyaan yang bersifat tantangan dan tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin yang sudah diketahui si pelaku.

Sedangkan Syaiful & Aswan (2006) menyatakan bahwa masalah dapat memberikan respons terhadap rangsangan yang menggambarkan atau membangkitkan situasi problematik, yang mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya.3

Dari uraian diatas jelas bahwa masalah merupakan pertanyaan yang bersifat tantangan (challange) dan tidak dapat dipecahkan secara prosedur rutin (procedure routine) yang sudah diketahui jawabannya. Pertanyaan yang diberikan pada siswa akan menentukan terkategorikan tidaknya pertanyaan menjadi ‘masalah’ atau hanyalah suatu ‘pertanyaan’ biasa. Jika pertanyaan tersebut sudah diketahui jawabanya dengan pengetahuan rutin yang biasa, maka pertanyaan tersebut bukanlah suatu masalah. Namun apabila pertanyaan tersebut belum dapat diketahui oleh si pelaku atau orang lain, maka pertanyaan tersebut adalah masalah dan harus dipecahkan. Pemecahan masalah yang digunakan sesuai dengan kaidah-kaidah teori yang telah dikuasainya.

Dengan memecahkan masalah tidak seperti biasa dan atau belum terpecahkan jawabannya oleh orang lain. Maka hal tersebut dapat menjadi jendela dimana kreatifitas, inovatif serta logika siswa yang menjadi tumpuannya. Karena dengan merekonstruksi kembali ilmu-ilmu yang telah dipunyai serta dikombinasikan pada daya talar siswa. Menggambarkan atau membangkitkan situasi problematik, dan mempergunakan berbagai kaidah yang telah dikuasainya.

Baca artikel selanjutnya…. download via 4shared , download via ziddu

1 Fadjar Shodiq, Penalaran,” Pemecahan Masalah dan Komunikasi dalam Pendidikan Matematika”, Diknas PPPG Matematika, Yogjakarta, 2004, h.10

2 Fadjar Shodiq, Penalaran,” Pemecahan Masalah…, h.10

3 Drs. Syaiful Bahri D dan Drs. Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Rineka Cipta, Jakarta, 2006, Cet.III, h. 18

Posted by: Lukman | December 4, 2009

$$$ Penghasil Dolar $$$

200euromails.net

emails-empire.com

boss-mails.com

silvanamails.net


ippomails.net


chobitsmails.net

FT-Mails.com

Inilah jaringan penghasil dolar anda, tidak dikenakan biaya apapun alias gratis. Anda hanya masuk ke link bergambar di atas, kemudian anda daftarkan data anda. Untuk mempelajari langkah-langkah pendaftaran anda dapat berkunjung ke sini ….

Saya yakin anda akan terkejut dengan dolar yang anda dapatkan. Pendapatan anda ketika anda sign up atau pendaftaran dari $ 1.000 hingga $ 20.000.

Dolar yang anda dapatkan akan di

Posted by: Lukman | December 3, 2009

Guru Sekolah Mandala

DICARI GURU TK:
- Bisa berbahasa Inggris atau Mandarin
- Sabar dan mempunyai pengalaman mengajar anak-anak
- Mengerti psikologi dan pendidikan anak
- Kreatif dalam mengajar dan membimbing anak
Lamaran bisa dikirim melalui pos atau perorangan ke:
Sekolah Mandala, Jl. Putro Agung II no. 6 Surabaya
(Telp. 3765926).
Posted by: Lukman | December 3, 2009

Kerja Staff Laboratorium

Dibutuhkan cepat  :

STAFF LABORATORIUM

KUALIFIKASI   :

  • Pria usia maks 23 tahun.
  • Pendidikan Min. SMK Jurusan Kimia
  • Fresh Graduate (Pengalaman diutamakan min. 1 tahun)
  • Domisili Jakarta
  • Sanggup bekerja dibawah tekanan, Team Work, Teliti , Cekatan
  • Memiliki kepribadian baik & Jujur

Kirimkan CV dan surat lamaran Anda ke  :

Human Resources Department

PT JASA MANDIRI TECHGRAHA

Jl. Danau Indah Selatan Blok B9 / 11 Sunter Jaya II

Jakarta Utara 14350

Telp. 021 – 32006504

By email : hrd_jmt@yahoo. com / recruitment@ jmt.co.id

Atau

Walk Interview Senin – Jumat pkl 08.00 s/d 15.00 WIB

( cantumkan “ Staff Lab “ pada subjek email atau pada pojok kiri surat lamaran)

Posted by: Lukman | December 3, 2009

Apa yang Disebut Penelitian Tindakan Kelas?

Ada banyak persoalan yang dihadapi guru pada waktu ia berdiri di depan kelas. Berbagai solusi atau cara penyelesaian masalah juga sudah banyak dibahas dalam berbagai telaah penelitian akademik, baik dalam laporan penelitian berbentuk artikel atau jenjang skripsi, tesis, bahkan disertasi. Akan tetapi, guru tidak dapat memahaminya, apalagi mengaplikasikannya dalam pembelajaran sehari-hari, terutama karena berbagai kendala. Misalnya, guru tidak terlalu memahami teori-teori yang dijadikan landasan atau alat analisis penelitian tersebut. Apa yang mereka butuhkan adalah penelitian pendidikan yang membatasi kegunaannya kepada kebutuhan sehari-hari, agar dapat dimanfaatkan guru yang ingin memperbaiki kinerjanya.

Maka untuk memenuhi tuntutan tersebut, guru dapat menggunakan penelitian kelas. Pengertian penelitian tindakan kelas, untuk mengidentifikasi penelitian kelas, adalah penelitian yang mengkombinasikan prosedur penelitian dengan tindakan substantif, suatu tindakan yang dilakukan dalam disiplin inkuiri, atau suatu usaha seseorang untuk memahami apa yang sedang terjadi, sambil terlibat dalam sebuah proses perbaikan dan perubahan (Hopkins, 1993:44).

Rapoport (1970, dalam Hopkins, 1993) mengartikan penelitian tindakan kelas untuk membantu seseorang dalam mengatasi secara praktis persoalan yang dihadapi dalam situasi darurat dan membantu pencapaian tujuan ilmu sosial dengan kerjasama dalam kerangka etika yang disepakati bersama.

Sedangkan Kemmis (1983) menjelaskan bahwa penelitian tindakan adalah sebuah bentuk inkuiri reflektif yang dilakukan secara kemitraan mengenai situasi sosial tertentu (termasuk pendidikan) untuk meningkatkan rasionalitas dan keadilan dari:

a) Kegiatan praktek sosial atau pendidikan mereka

b) Pemahaman mereka mengenai kegiatan-kegiatan praktek pendidikan ini,

c) Situasi yang memungkinkan terlaksananya kegiatan praktek ini.

Ebbutt (1985, dalam Hopkins, 1993) mengemukakan penelitian tindakan adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil dari tindakan-tindakan tersebut. Sedangkan Elliott (1991) melihat penelitian tindakan sebagai kajian dari sebuah situasi sosial dengan kemungkinan tindakan untuk memperbaiki kualitas situasi sosial tersebut.

Penelitian kelas oleh guru dapat merupakan kegiatan reflektif dalam berpikir dan bertindak dari guru. Dewey (1933) mengartikan berpikir reflektif dalam pengalaman pendidikan sebagai selalu aktif, ulet, dan selalu mempertimbangkan segala bentuk pengetahuan yang akan diajarkan berdasarkan keyakinan adanya alasan-alasan yang mendukung dan memikirkan kesimpulan dan akibat-akibatkan kemana pengetahuan itu akan  membawa peserta didik (Dewey dalam Thornton, 1994:5) Sebagai contoh, dalam pendidikan Matematika tanpa berpikir reflektif seorang guru cenderung mengajar dengan hanya menyampaikan pengetahuan hafalan saja berupa sejumlah rumus-rumus, dengan kemungkinan besar tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Sedangkan tindakan reflektif guru dalam praktek sehari-harinya, yang harus banyak melakukan pengambilan kesimpulan, dan untuk mencapai kesimpulan  yang benar itu ia perlu bereksperimen dan melakukan tes. Logika pertumbuhan menyuruhnya ia memikirkan saran-saran perbaikan, mengujinya melalui pengamatan objek dan peristiwa, mengambil kesimpulan, mencobanya dalam tindakan, yang membuktika kehandalan perbaikan itu, atau menyambut perbaikan, atau menolaknya sama sekali (Dewey, 1933 dalam Mathison, 1994:23)

Secara ringkas, penelitian tindakan kelas adalah bagaimana sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencobakan suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka, dan melihat pengaruh nyata dari uapaya itu.

Daftar Pustaka:

Rochiati Wiriaatmadja (2007), Metode Penelitian Tindakan Kelas (Untuk meningkatkan kinerja guru dan dosen), Bandung: PT.Remaja Rosdakarya, Cet. III

Older Posts »

Categories