BAGAIMANAKAH PENERAPAN METODE KUMON ITU?

Posted: July 7, 2008 in Pendidikan
Tags: , ,

Pada era globalisasi ini, kita selaku pendidik harus menyiapkan segala hal yang berkaitan dengan keberhasilan siswa dalam mengembangkan serta meningkatkan ketrampilan anak didiknya sehingga dapat mencetak anak didik yang handal dan mampu bertahan serta dapat bersaing dengan yang lainnya. Tentunya dalam bersaing dengan negara lain, agar Indonesia tidak dipandang remeh dan sebelah mata saja.
Peningkatan keterampilan pendidikan dilihat dari bagaimana pendidik mendidik anak didiknya. Keterampilan guru dalam melakukan pengajaran hingga mendapatkan umpan balik yang semestinya. Keterampilan guru dalam meracik pelajaran hingga siswa cepat merespons dan yang pasti respons-nya baik/bagus. Guru meracik hingga mendapat respons itu-lah yang mestinya dicapai, bukan cuma mengajar lalu pulang dan begitu seterusnya.
Ada bayak cara/metode dimana dapat meningkatkan kualitas guru dalam memotivasi siswa-nya. Ada metode: Discovery, Inquiry, Problem Solving, Cooperatif Learning. Dan ada lagi metode yang dilaksanakan secara perseorangan sesuai dengan kemampuananya secara maksimal, Yakni Metode KUMON.
KUMON adalah sistem belajar yang memberikan program belajar secara perseorangan sesuai dengan kemampuan masing-masing, yang memungkinkan anak menggali potensi dirinya dan mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Melalui pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris, KUMON tidak hanya membentuk kemampuan akademik saja, akan tetapi juga membentuk karakter yang positif dan “life-skills” (ketrampilan hidup) yang akan berguna bagi masa depan anak.
Dalam penerapannya metode ini membagi kedalam 6 tahap, diantaranya:

  1. Mula-mula, anak mengambil buku saku yang telah disediakan, menyerahkan lembar kerja PR yang sudah dikerjakannya di rumah, dan mengambil lembar kerja yang telah dipersiapkan pembimbing untuk dikerjakan anak pada hari tersebut.
  2. Anak duduk dan mulai mengerjakan lembar kerjanya. Karena pelajaran diprogram sesuai dengan kemampuan masing-masing, biasanya anak dapat mengerjakan lembar kerja tersebut dengan lancar.
  3. Setelah selesai mengerjakan, lembar kerja diserahkan kepada pembimbing untuk diperiksa dan diberi nilai. Sementara lembar kerjanya dinilai, anak berlatih dengan alat bantu belajar.
  4. Setelah lembar kerja selesai diperiksa dan diberi nilai, pembimbing mencatat hasil belajar hari itu pada “Daftar Nilai”. Hasil ini nantinya akan dianalisa untuk penyusunan program belajar berikutnya.
  5. Bila ada bagian yang masih salah, anak diminta untuk membetulkan bagian tersebut hingga semua lembar kerjanya memperoleh nilai 100. Tujuannya, agar anak menguasai pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
  6. Setelah selesai, anak mengikuti latihan secara lisan. Sebelum pulang, pembimbing memberikan evaluasi terhadap pekerjaan anak hari itu dan memberitahu materi yang akan dikerjakan anak pada hari berikutnya.
Comments
  1. mike says:

    ada g’ buku yang membahas metode Kumon ini?

  2. falah says:

    metode apakah yang di terapkan oleh kumon?

  3. zulhavid says:

    aq suka metode ini mudah2an judul penelitianq tentang metode ini d terima

  4. ihsanul amal says:

    gue mendapat ilmu dari sini ,,, TQ

  5. nisa says:

    saya dpt ilmu dr artikel ini.
    ada gk buku yg bs sya jadikan referensi penelitian saya ttg met. kumon ini?
    tolong krmkn k email saya judul n penulisny ya.
    tq…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s