Semakin liberal orang dalam beragama maka semakin enggan dia untuk mengunjungi tempat ibadah. Karenanya di Australia banyak gereja dijual. Namun harganya pun murah sekali, karena orang-orang percaya kalau gereja itu banyak setannya, banyak gendruonya.
Saat membentuk cabang istimewa NU di Australia, para pengurus memilih menempati mantan gereja. Tidak takut setan. Soalnya, sebelum ditempati para pengurus memembaca Al-Qur’an di sana sampai hatam. Setannya pun lari.
Lalu ada meniru cara ini. Ada yang membeli gereja untuk dijadikan tempat berbisnis. Sayangnya orang ini tidak bisa baca Al-Qur’an. Tapi dia tidak kehabisan cara. Dia membeli tape recorder lengkap dengan kaset berisi bacaan Al-Qur’an’, dia bunyikan, lalu dia pergi karena takut ada setan.
Keesokan harinya dia kembali. Hah… setannya hilang bersama tape recorder dan kasetnya. “Ternyata setan pun nggak mau ditipu,” kata KH Hasyim Muzadi. (nam)




















hahaha…,Coba klo yang di-setel lagu dangdut!, bisa-bisa bukannya kabur malahan ngajakin temen-temennya supaya joged…asSsoOooYyyy…
Oleh: PENDIDIKAN MATEMATIK ANGKATAN 2003 on November 25, 2008
at 11:33 am
coba kalo lagu stel music Llimp bizkit setan2 pasti kabur, BERISIK TAO!!!!
Oleh: Hakimtea on November 30, 2008
at 10:08 am
selamat datang dan salam kenal…dari saya! bang hakimtea
Oleh: Lukman on Desember 1, 2008
at 9:51 am